Artikel

Takut Terkena Penyakit Gula? Tuntaskan Saja Dengan Cara Mengurangi Resiko Diabetes yang Efektif dan Aman ini!

Posted by on December 3, 2015 in Cara Mengatasi Diabetes Melitus | 0 comments

Cara mengurangi resiko diabetes kini sangat banyak dicari apalagi di negara kita tercinta Indonesia. Pasalnya kebanyakan orang Indonesia saat ini adalah seorang workaholic. Mereka bahkan tidak pernah ada waktu untuk sedikit saja memikirkan kondisi kesehatannya. Sehingga tidak heran jika berbagai macam penyakit akan sangat mudah untuk menyerang tubuh mereka terutama penyakit diabetes melitus ini. Ketika penyakit diabetes sudah bersarang ditubuh dan mengganggu aktivitas mereka, barulah mereka sadar bahwa kesehatan itu lebih mahal dari segalanya. Penyakit diabetes memang terkenal sebagai pembunuh diam-diam dan untuk itu diperlukan cara mengurangi resiko terkena diabetes yang memang terbukti efektif dan aman. Berikut ada beberapa pertanyaan dari berbagai macam orang yang takut terjangkit diabetes. Saya Seorang Laki-Laki Pekerja Kantoran Berusia 35 Tahun, Apakah Saya Termasuk Rawan Terkena Diabetes? Sebenarnya penyakit diabetes bisa diderita siapa saja. Baik itu orang dewasa, lansia, bahkan anak-anak sekalipun. Tergantung pada tipe diabetes yang diidap. Untuk mereka yang berusia dibawah 30 tahun termasuk anak-anak, tipe diabetes yang menyerang adalah diabetes tipe 1 yang terjadi akibat kerusakan organ pankreas. Tetapi ada sekitar 80% lebih banyak ditemui penderita diabetes tipe 2 yang menyerang orang dewasa hingga lansia. Faktor yang menyebabkannya adalah gaya hidup tidak sehat . Anda sangat rawan terkena diabetes jika gaya dan pola hidup yang Anda jalani tidak sehat. Sebagai contoh makanan yang Anda konsumsi tidak bervariasi, pola makan tidak teratur, dan gaya hidup tidak sehat seperti jarang melakukan aktivitas olahraga. Jadi, segera perbaiki gaya dan pola hidup Anda dengan cara: 1. Jalani pola makan teratur dan sehat: Memilih menu makanan yang bervariasi, seperti memperbanyak mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan. 2. Jalani gaya hidup yang sehat: Seringlah melakukan olahraga secara teratur, hindari mengonsumsi minuman beralkohol apalagi merokok. 3. Buatlah jadwal pola kerja dan pola istirahat anda agar lebih teratur 4. Yang paling penting, carilah cara mengurangi resiko diabetes jika memang Anda terlanjur terserang penyakit ini. Lantas, Sebenarnya Siapa Saja yang Rawan Terserang Penyakit Diabetes Melitus? Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu seseorang sangat rawan terserang diabetes melitus, diantaraya: 1. Faktor keturunan, seseorang yang memiliki riwayat diabetes dari orang tua atau family lainnya akan sangat beresiko mengidap diabetes melitus 2. Mengalami Obesitas 3. Ras atau etnis tertentu, misalnya berasal dari etnis asia, afrika, hispanik dan penduduk pulau pasifik 4. Kurang olahraga, olahraga secara teratur sangat dibutuhkan tubuh apalagi untuk penderita diabetes. lakukan olahraga sebanyak 3 kali dalam satu minggu @30 menit – 1 jam. 5. Menderita penyakit kronis lainnya seperti, hipertensi, stroke, dan jantung 6. Menderita metabolic syndrome yang terjadi pada orang-orang yang memiliki tekanan darah lebih tinggi dari 160/90 mmHg, kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl, memiliki trigliserida darah melebihi 150 mg/dl, mengalami obesitas dengan lingkar pinggang melebihi 120 cm pada laki-laki dan 88 cm pada wanita. 7. Usia diatas 40 tahun atau lansia 8. Memiliki riwayat diabetes pada masa kehamilan 9. Menderita infeksi virus yang dapat merusak pankreas, dengan adanya infeksi ini menyebabkan tubuh memproduksi hormone counter insulin yang dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Saya orang Indonesia, apakah saya juga rawan terserang diabetes? Ya, dari hasil penelitian yang dilakukan selama ini menunjukkan bahwa beberapa ras tertentu mempunyai resiko lebih tinggi terserang diabetes tipe 2, diantaranya: – Etnis atau ras Asia: Indonesia, China, Filipina, Jepang, Korea, India, dan Vietnam – Suku Indian di Amerika: orang Amerika Hispanik yang ada di Mexico dan orang Amerika asli yang menetap di Afrika...

read more

Info Penting Seputar : Diabetes Type 2, Diabetes Type 1 dan Gestasional Diabetes

Posted by on December 2, 2015 in Informasi DM | 0 comments

Penyakit diabetes melitus dibedakan menjadi beberapa jenis. Diantaranya diabetes type 1, diabetes type 2 dan diabetes pada wanita hamil (gestasional diabetes). Alasan pembagian diabetes menjadi beberapa jenis bukanlah tanpa sebab. Diabetes melitus dibagi kedalam beberapa jenis berdasarkan faktor penyebabnya yang berbeda-beda satu sama lain. Dari penyebabnya saja sudah berbeda. Otomatis pengobatannya pun juga berbeda. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang jenis-jenis diabetes diatas. Bacalah artikel ini sampai habis Ada Berapa Macam Penyakit Diabetes? Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kandungan gula yang ada dalam tubuh seseorang. Ternyata diabetes ini banyak jenisnya, mulai dari diabetes type 1, diabetes type 2, dan diabetes yang diderita ibu hamil atau gestasional diabetes. Perbedaan jenis ini mengacu pada faktor penyebabnya yang jelas sangat berbeda. Meskipun begitu, semua jenis diabetes melitus diatas tentunya sama-sama berbahaya dan Anda yang sedang mengidapnya harus segera menemukan cara pengobatan yang tepat tetapi aman dan tidak malah membahayakan tubuh. Definisi Diabetes Melitus Type 1 Penyakit diabetes type 1 ini sering disebut insulin dependent diabetes, sebab memang pasiennya sangat tergantung dengan insulin. Kebanyakan penderita diabetes tipe ini harus bisa memenuhi kebutuhan tubuhnya terhadap insulin dengan cara melakukan suntik insulin setiap hari. Diabetes melitus type 1 terjadi akibat terlalu banyaknya kandungan gula di dalam tubuh yang menumpuk dan tidak diolah menjadi energi. karena insulin yang diproduksi jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh atau bahkan memang sudah tidak diproduksi lagi oleh organ pankreas yang mengalami kerusakan. Kerusakan pankreas disebabkan oleh penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Organ pankreas yang rusak bisa juga disebabkan oleh faktor keturunan (genetis). Oleh karena itu, penderita diabetes type 1 harus bisa mencari obat yang ampuh untuk memperbaiki organ pankreas yang sedang rusak, sehingga fungsinya sebagai penghasil insulin bisa optimal. Suntikan insulin yang selama ini banyak dilakukan hanya bisa membuat kadar gula yang tinggi menjadi turun secara sementara. Dan tidak mampu memperbaiki kinerja pankreas. Diabetes type 1 dapat menyerang siapa saja, terutama orang yang berusia dibawah 30 tahunan. Seperti anak-anak, dan remaja baik itu laki-laki maupun perempuan. Yang lebih parahnya lagi gejala atau tanda-tanda seseorang terserang diabetes type 1 cenderung sangat mendadak. Penderitanya tiba-tiba akan mengalami koma diabetes jika tidak cepat ditolong dengan menyuntikkan insulin ke tubuhnya. Gejala atau tanda – tanda lain yang biasanya diderita oleh penderita diabetes type 1 diantantaranya: berat badan pengidapnya yang mengalami penurunan secara terus-menerus (drastis), mengalami gangguan pada mata (pandangan terasa kabur) bahkan tidak bisa melihat, selalu merasa lemas, letih dan tidak memiliki energi untuk beraktivitas. Pengertian Dan Akar Permasalahan Diabetes Type 2 Diabetes type 2 adalah jenis penyakit diabetes melitus yang sangat sering sekali ditemui dan langsung bisa di ketahui tanda-tanda atau gejalanya dengan jelas. Berupa adanya luka pada bagian tertentu terutama pada kaki yang sukar untuk sembuh bahkan jika luka tersebut akan memborok. Dan jika tidak segera ditangani borok tersebut akan berubah menjadi gangren, yang bisa menyebabkan pembusukan jaringan dan dapat dengan cepat merambat ke bagian tubuh lain jika tidak diamputasi. Diabetes type 2 sangat berbeda dengan diabetes type 1. Karena diabetes jenis ini tidak membutuhkan suntik insulin. Melainkan sangat membutuhkan obat yang bisa mengembalikan fungsi dari insulin. Insulin sendiri berfungsi sebagai penurun kadar gula darah dalam tubuh, dengan cara membawa gula darah tersebut memasuki sel-sel tubuh, serta memperbaiki proses pengelolahan sumber gula dari organ hati dan banyak lagi fungsinya. Maka dari itu jika Anda sedang mengidap diabetes type...

read more

Mengapa Sangat Penting Untuk Mencapai Kadar Normal Gula Darah?

Posted by on December 1, 2015 in Gula Darah Tinggi | 0 comments

Bagi Anda para penderita diabetes melitus, mengetahui kadar normal gula darah dalam tubuh sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah Anda tetap dalam keadaan yang stabil. Dan mencegah terjadinya peningkatan kadar gula yang dapat membahayakan kesehatan. Sudahkah Anda mengetahui berapa kadar normal gula darah yang harus dicapai penderita diabetes? jika belum, artikel ini akan membantu Anda mengetahui berapa kadar normal gula dalam darah secara detail. Kadar Normal Gula Darah Dalam Tubuh Seseorang Kadar normal gula darah pada penderita diabetes melitus dapat diketahui dalam 2 waktu. Pertama, kadar gula darah normal setelah 8 jam puasa berada pada angka 70-110 mg/dl. Kedua, kadar gula darah normal 2 jam setelah makan berada pada kisaran angka dibawah 200 mg/dl. Terjadi perbedaan ukuran kadar gula darah normal dalam tubuh penderita diabetes disebabkan oleh masuknya gula yang diperoleh melalui makanan yang Anda konsumsi sebelumnya, kemudian mengakibatkan gula darah menjadi tinggi. Dari Mana Datangnya Gula Darah? Gula yang masuk kedalam aliran darah tidak lain dan tidak bukan berasal dari berbagai makanan yang telah Anda konsumsi. Bukan hanya itu, organ hati didalam tubuh juga bekerja memproduksi gula yang biasa disebut glikogen. Gula yang tadinya masuk kedalam tubuh melalui berbagai macam makanan yang Anda konsumsi, akan diubah menjadi energi untuk beraktivitas sehari-hari yang dilakukan sel-sel dan jaringan tubuh. obat menurunkan gula darah adalah alternatif jika memang gula darah anda melebihi angka normal. Dalam hal ini yang bertugas untuk memproses gula darah adalah insulin yang berada dalam sel beta pankreas. Dengan tidak adanya insulin, gula darah didalam tubuh tidak akan bisa masuk kedalam sel-sel untuk diubah menjadi sebuah energi. Selanjutnya yang terjadi adalah tubuh Anda akan merasa kelelahan dalam jangka panjang dan merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk beraktivitas. Nah, yang saat ini terjadi didalam tubuh penderita diabetes adalah insulin yang dihasilkan oleh pankreas jumlahnya sangat sedikit bahkan pankreas tidak mampu lagi memproduksinya. Jadi sel-sel didalam tubuh tidak dapat melakukan tugasnya untuk memproses gula darah, sehingga kadar gula darah Anda meningkat secara drastis dan terus menerus terjadi jika tidak segera mendapat penanganan. Hal ini juga berimbas pada kondisi kebugaran tubuh yang terganggu karena insulin tidak dapat memproses gula darah menjadi sebuah energi untuk beraktivitas. Bagaimana Diabetes Bisa Terjadi? Dengan terjadinya gangguan keseimbangan yang dialami tubuh khususnya dalam proses memasukkan gula darah ke dalam sel-sel tubuh, juga dengan adanya sumber gula yang disimpan oleh organ hati, dan organ hati yang mengeluarkan gula darah, menyebabkan kadar gula darah meningkat. Kelebihan gula darah didalam tubuh ini akan dikeluarkan melalui saluran pembuangan dalam bentuk urin. Inilah sebabnya didalam urin penderita diabetes terkandung banyak gula dan menjadi manis (kencing manis). Tetapi perlu diketahui, dengan tidak adanya kandungan gula darah dalam urin, bukan berarti kandungan gula darah didalam tubuh anda tidak mengalami peningkatan. Karena gula darah dalam urin selalu lebih tinggi dari gula darah dalam tubuh Anda. Apa Bahayanya Memiliki Gula Darah yang Tinggi? Jika Anda tidak memiliki kadar normal gula darah (gula darah tinggi) akan menyebabkan kekacauan pada kinerja organ-organ vital dalam tubuh Anda dan merusaknya. Penyakit diabetes memang membunuh pasiennya secara diam-diam, karena penderitanya sering tidak sadar jika dirinya sedang menderita diabetes sebelum penyakit ini membuat kondisi tubuhnya menjadi parah. Dapat dikatakan bahwa penyakit diabetes melitus disebabkan oleh kadar gula darah dalam tubuh yang meningkat akibat dari insulin yang tidak bekerja secara maksimal atau memang tidak diproduksinya insulin oleh organ pankreas....

read more

Kupas Tuntas: Definisi Diabetes Melitus Dan Penyebabnya!

Posted by on November 30, 2015 in Informasi DM | 0 comments

Definisi Diabetes Melitus mungkin sudah tak asing lagi di telinga anda. Ya, penyakit berbahaya yang memang sedang merajalela belakangan ini sangat meresahkan. Sangat banyak orang yang mencari cara efektif menuntaskan penyakit degeneratif yang satu ini. Definisi penyakit diabetes melitus biasa diartikan sebagai urin yang manis semanis madu. Apa benar? Artikel ini akan membantu Anda mengupas secara tuntas pengertian dari diabetes. simak selengkapnya dibawah ini Apa Benar Penderita Diabetes Memiliki Urin yang Manis Semanis Madu? Memang fakta yang sebenarnya terjadi para penderita diabetes melitus mempunyai urin yang rasanya manis. Dibuktikan dengan banyaknya semut yang datang berkerumun di bekas urin yang belum dibersihkan. Selain itu hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tingkat kadar gula pada urin penderita diabetes sangat tinggi dan melebihi batas normalnya. Tingkat ketinggian kadar gula dalam urin inilah yang menyebabkan penderita diabetes memiliki urin yang manis semanis madu. Tetapi perlu diketahui, kadar gula dalam urin tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan kadar gula di dalam darah. Sebab kadar gula dalam darah seseorang jauh lebih tinggi dibandingkan kadar gula dalam urin. Akan lebih baik jika Anda memeriksakan langsung kadar gula darah Anda ke ahlinya atau dengan membeli alat untuk cek kadar gula darah. Alasan Kadar Gula Dalam Urin Tidak Dapat Dijadikan Patokan Untuk Menentukan Kadar Gula Dalam Darah Seperti yang telah dijelaskan diatas, kandungan gula di dalam darah penderita diabetes melitus selalu lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan gula dalam urinnya. Alasan lain yang sangat penting yaitu, proses pembuangan sumber gula atau yang biasa disebut glukosa melalui organ ginjal pada setiap penderita diabetes berbeda-beda. Sehingga menyebabkan kandungan gula dalam urin penderita diabetes tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan berapa kandungan gula di dalam darah mereka. Definisi Diabetes Melitus Dan Penyebabnya Diabetes melitus termasuk ke dalam jajaran penyakit kronis yang dapat membahayakan kesehatan. Tidak hanya itu, penyakit ini menyerang tubuh secara tiba-tiba dan membuat penderitanya tak sadar jika ia mengidap diabetes. Hal ini disebabkan gejala atau tanda-tanda kemunculan penyakit diabetes tidak spesial (gejalanya terlalu umum), jadi penderitanya sering mengabaikan gejala tersebut begitu saja. Jika gejala dan tanda-tanda kemunculan diabetes diabaikan begitu saja oleh penderitanya, otomatis penyakit ini akan lebih mudah bersarang dan memperparah kondisi dalam tubuh Anda. Tak jarang penderita diabetes melitus harus rela mengikhlaskan bagian organ vital tubuhnya diamputasi, karena mengalami pembusukan jaringan. Hingga pada kasus penderita diabetes yang gagal mengatasi akar penyebab timbulnya penyakit ini dan malah muncul ancaman lain dari komplikasi yang disebabkan oleh diabetes melitus yang berujung pada kematian. Pada sekitar tahun 2000, hasil penelitian WHO menunjukkan bahwa Negara kita Indonesia mempunyai 8,4% penduduk yang menderita penyakit diabetes. Dan berhasil membuat Indonesia berada pada urutan ke-4 Negara di Dunia dengan mayoritas penduduknya mengidap diabetes. Ada Dua Penyebab Munculnya Penyakit Diabetes Dalam Tubuh Anda Definisi Diabetes Melitus tipe 1, gangguan terjadi pada organ pankreas. Dalam hal ini sel pankreas mengalami kerusakan. Sehingga tugas utamanya sebagai penghasil insulin yang dibutuhkan oleh tubuh tidak mampu dikerjakan, pengobatan tradisional penyakit gula dapat menjadi alternatif untuk memperbaiki kinerja pankreas dalam menghasilkan insulin. Peran dari insulin itu sendiri adalah menurunkan kandungan gula di dalam darah. Jadi intinya, pada penderita diabetes tipe 1, Organ pankreas tidak mampu menghasilkan insulin untuk dapat mencukupi kebutuhan tubuh yang menyebabkan kandungan gula darah menjadi tinggi. Definisi Diabetes Melitus tipe 2, sangat berbeda dengan diabetes tipe sebelumnya. Pada diabetes melitus tipe 2 Organ pankreas masih berfungsi secara normal melakukan tugasnya sebagai penghasil...

read more

Cara Menyembuhkan Kencing Manis yang Paling Mujarab!

Posted by on August 13, 2015 in Cara Mengatasi Diabetes Melitus | 0 comments

Penyakit kencing manis atau yang disebut juga dengan penyakit gula sangatlah sulit disembuhkan. Bagai sebuah virus, penyakit ini mulai mewabah di seluruh dunia. Negara yang paling banyak menderita diabetes adalah Negara Cina, India dan Amerika. Sedangkan Indonesia masuk dalam urutan Negara keempat yang menderita penyakit kencing manis ini. Di tahun 2007, diketahui penderita penyakit kencing manis mencapai 7 juta dari 200 juta penduduk yang berusia dewasa. Tiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Dikarenakan pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Para penderita diabetes yang paling banyak adalah diabetes tipe kedua yang jumlahnya mencapai 90 %. Banyak cara menyembuhkan kencing manis ini, akan tetapi obat dokter belum tentu dapat membantu untuk menyembuhkan. Lantas apa penyebab penyakit berbahaya ini? Benarkah penyebab penyakit kencing manis karena rusaknya pankreas? Ada banyak faktor penyebab penyakit kencing manis ini pertama, penggunaan bahan-bahan kimia dan obat-obatan. Penggunaan bahan kimia ternyata dapat merusak sel-sel pada pankreas yang berakibat pada infeksinya pankreas. Infeksi pankreas berakibat menurunnya fungsi pankreas saat proses metabolisme di dalam tubuh. Kedua, terjadinya infeksi pankreas, penyebabnya bukan pada terlalu banyak menggunakan obat-obatan kimia, melainkan terdapat infeksi mikroorganisme dan juga terdapat virus pada pankreas Anda. Akibatnya terjadi penurunan pada fungsi pankreas Anda. sehingga tidak menghasilkan hormon insulin yang dianggap remeh. Penyebab lainnya adalah kolesterol yang tinggi, yang terlalu sering mengonsumsi makanan junk food atau makanan cepat saji. Benarkah penyebab kencing manis karena pola hidup yang tidak sehat? Penyebab penyakit kencing manis sebenarnya bukan berasal dari pola makan yang tidak sehat, seperti makan makanan yang manis dan juga berlemak. Melainkan juga difaktori oleh penggunaan botol plastik bekas air mineral secara berulang kali. Pengetahuan masyarakat yang minim terhadap penggunaan botol bekas air mineral membuat kerusakan fungsi pankreas, akibatnya pankreas tidak bisa menghasilkan insulin. Kurangnya olah raga juga dianggap sebagai pemicu penyakit yang mematikan ini. Masyarakat yang bekerja di kantor cenderung dapat terjangkit penyakit kencing manis ini, dikarenakan posisi tubuh yang jarang bergerak dan terlalu banyak duduk akan menyebabkan peredaran darah yang kurang lancar, serta dapat terjadi peningkatan kadar gula darah Anda. Apakah obat dokter mampu menyembuhkan penyakit kencing manis ini? Tak selamanya obat dokter mampu menyembuhkan penyakit berbahaya ini, karena obat dokter ini alih-alih akan menjadi penyakit baru bagi tubuh Anda, seperti menyerang ginjal misalnya. Penggunaan obat herbal sangatlah membantu dalam proses penyembuhan penyakit diabetes. Karena pengobatan medis yang selama ini diberikan hanya mampu menurunkan kadar gula yang terdapat pada darah saja, namun belum bisa membuat kerja pankreas normal kembali. Jadi sifat dari pengobatan medis hanya sementara karena sewaktu-waktu diabetes yang diderita akan muncul kembali. Belum lagi pengobatan medis yang memakan banyak biaya, karena biasanya dokter akan memberikan suntikan insulin dan dengan sekali suntik saja sudah cukup mahal. Bagaimana cara menyembuhkan kencing manis melalui obat herbal? Hanya cukup dengan satu cara menyembuhkan kencing manis ini, yakni dengan rutin meminum jus Tahitian Noni, minuman ini mempunyai beragam manfaat yang baik bagi penderita kencing manis. Pertama, mampu mengatasi penyakit kencing manis sampai akarnya, mampu menstabilkan kadar gula darah di dalam tubuh, mengaktifkan kembali fungsi pankreas secara normal, tidak perlu lagi ke dokter untuk suntik insulin yang banyak menghabiskan uang, dan yang paling mengejutkan adalah terhindar dari ketergantungan obat dokter. Tahitian Noni juga tidak mempunyai efek samping seperti yang umumnya terdapat pada obat-obat dengan bahan kimia. Hal ini dikarenakan Tahitian Noni terbuat murni dari 100% bahan herbal yang alami. Berbagai penelitian...

read more

Tanda-Tanda Harus Menghentikan Aktivitas Olah Raga Untuk Diabetes

Posted by on July 2, 2015 in Panduan Olah Raga Diabetisi | 0 comments

Olah raga untuk diabetes memang bukanlah hal yang negatif. Bahkan memang penderita diabetes melitus disarankan untuk rutin melakukan cara menyembuhkan penyakit gula kering dengan olahraga. Karena dengan rutin berolahraga, memang kadar glukosa di dalam darah menjadi lebih mudah dikontrol. Akan tetapi, memang seorang penderita diabetes melitus memiliki resiko mengalami hipoglikemia atau masalah yang diakibatkan oleh penurunan kadar glukosa di dalam darah yang terlalu drastis. Sebaiknya, seorang penderita diabetes melitus menghentikan aktivitas olahraganya ketika mulai merasakan gejala-gejala akan mengalami hipoglikemia. Selain menghentikan aktivitas olahraga, penderita diabetes melitus juga disarankan untuk memakan makanan ringan yang memiliki kandungan karbohidrat. Oleh sebab itu, penderita diabetes melitus disarankan untuk membawa makanan ringan selama melakukan olahraga. Karena memang makanan ringan yang mengandung karbohidrat seperti biskuit dapat digunakan sebagai pertolongan pertama ketika hipoglikemia mulai muncul. Lalu seperti apakah gejala-gejala yang bisa dijadikan pertanda untuk menghentikan aktivitas olah raga untuk diabetes? Karena hal ini begitu penting, maka pastikan untuk mempelajari apa saja gejalanya di sini.   Gejala yang Perlu Diwaspadai Saat Melakukan Olah Raga Untuk Diabetes Dikarenakan ada kemungkinan mengalami hipoglikemia, maka seorang penderita diabetes melitus yang ingin melakukan olahraga harus waspada dengan beberapa gejala-gejala kemunculan hipoglikemia tersebut. Sebaiknya, segera hentikan kegiatan olahraga jika anda mulai merasakan beberapa macam gejala seperti: Kepala mulai terasa pusing dan bahkan sampai terasa seperti mau pingsan. Ulu hati merasa sangat sakit. Dada mulai terasa sesak. Napas mulai menjadi pendek. Dada terasa nyeri. Nyeri yang awalnya dirasakan di bagian dada mulai menjalar ke bagian bahu, lengan, dan juga rahang. Detak jantung menjadi tidak teratur. Bila anda mulai merasakan beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera hentikan aktivitas olahraga yang sedang anda lakukan. Karena gejala-gejala tersebut merupakan pertanda bahwa kadar glukosa di dalam darah anda mulai mengalami penurunan. Hentikan aktivitas anda sebelum kadar glukosa mengalami penurunan cukup drastis. Namun meskipun memang olah raga untuk diabetes kemungkinan dapat menyebabkan munculnya masalah hipoglikemia, anda tidak perlu khawatir. Karena beberapa cara untuk mengatasi hipoglikemia jika memang anda sampai mengalaminya. Bagaimana Mengatasi Hipoglikemia yang Muncul Ketika Penderita DM Melakukan Olahraga? Jika sampai anda mengalami gejala-gejala yang menjadi pertanda munculnya hipoglikemia ketika anda melakukan olah raga untuk diabetes, maka sebaiknya anda mulai melakukan beberapa tindakan berikut ini: Beristirahat Istirahatkan tubuh anda karena kemungkinan besar tubuh anda mengalami kelelahan sehingga kadar glukosa di dalam darah mengalami penurunan. Makanlah makanan kecil yang mengandung karbohidrat. Ketika anda mengalami gejala hipoglikemia, mulailah memakan makanan kecil seperti biskuit. Makanan kecil yang mengandung karbohidrat dapat membantu meningkatkan kadar gula darah yang menurun. Namun bila anda merasa tidak ada perubahan yang begitu berarti setelah melakukan beberapa tindakan tersebut, maka urungkan untuk melanjutkan melakukan olah raga untuk diabetes dan segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih...

read more

Efek Samping Insulin yang Diberikan Secara Tidak Tepat Pada Penderita DM

Posted by on July 1, 2015 in Efek Samping Insulin | 0 comments

Ternyata ada bermacam-macam efek samping insulin yang dapat dialami oleh penderita diabetes melitus. Namun efek samping tersebut bisa dialami oleh penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin secara tidak tepat. Kebanyakan penderita diabetes melitus yang sampai merasakan efek samping insulin tersebut adalah mereka yang biasa menyuntikkan insulin buatan sendiri. Apakah anda merupakan penderita diabetes melitus yang sangat membutuhkan obat herbal tradisional gula darah dan suntikan insulin tambahan? Bila anda memang salah satu penderita DM yang membutuhkan insulin buatan, maka waspadalah juga dengan beberapa efek samping akibat kesalahan penggunaan insulin buatan tersebut. Seperti apa saja efek samping insulin yang digunakan secara tidak tepat tersebut? Pelajari apa saja efek samping insulin buatan yang digunakan secara tidak tepat tersebut di sini. Waspadai Beragam Efek Samping Insulin yang Digunakan Secara Sembarangan Efek samping insulin buatan yang digunakan tanpa sepengetahuan dokter memang sangatlah banyak. Karena itu, memang sejak awal dokter biasanya akan melarang penderita DM untuk menyuntikkan insulin sendiri. Karena kemungkinan besar mereka menyuntikkan insulin pada waktu dan juga dosis yang tidak tepat. Seperti apa efek samping insulin yang bisa saja dirasakan oleh penderita DM yang asal menggunakannya? Inilah beberapa efek sampingnya: Hipoglikemia Hipoglikemia adalah efek negatif yang biasanya muncul ketika penderita diabetes melitus mendapatkan suntikan insulin buatan dalam dosis yang terlalu banyak. Selain itu, hipoglikemia juga bisa muncul ketika penderita DM mendapatkan suntikan insulin buatan dalam keadaan perut kosong. Kaligata Kaligata adalah gejala gatal-gatal di kulit yang muncul akibat kesalahan waktu dan juga dosis dalam menyuntikkan insulin buatan. Lipoatrofi Lipoatrofi merupakan efek samping insulin akibat penyuntikan hanya dilakukan di satu area saja. Lipoatrofi adalah kondisi area kulit dimana suntikan insulin biasa diberikan menjadi cekung. Aterosklerosis Aterosklerosis biasanya rawan diderita oleh penderita diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan suntikan insulin buatan dalam dosis yang terlalu besar. Penderita DM tipe 2 yang lebih sering mengalami masalah ini adalah mereka yang juga memiliki masalah kelebihan berat badan. Untuk mencegah efek samping penyuntikan insulin ini terjadi, sebaiknya pada penderita DM tipe 2 yang memiliki kelebihan berat badan, dosis dari insulin buatan yang disuntikkan harusnya dikurangi. Bagaimana Cara Mencegah Agar Jangan Sampai Mengalami Efek Negatif Akibat Penyuntikan Insulin Buatan? Lalu adakah cara untuk mencegah agar penderita DM jangan sampai mengalami berbagai macam efek samping insulin tersebut? Sebenarnya, jika anda memang tidak ingin mengalami satupun efek samping insulin tersebut, maka sebaiknya jangan mencoba menyuntikkan insulin buatan sendiri jika memang anda belum memahami caranya. Percayakan penyuntikan insulin buatan tersebut pada dokter yang biasa menangani penyakit yang anda derita. Karena dokter dapat mengetahui berapa besar dosis dan juga kapan waktu yang tepat untuk memberikan suntikan insulin buatan untuk...

read more

Menu Makanan Orang Diabetes, Sederhana Namun Menyehatkan

Posted by on June 30, 2015 in Makanan Dan Nutrisi | 0 comments

Banyak orang salah mengira bahwa menu makanan orang diabetes sangatlah rumit. Padahal menu makanan yang disarankan untuk penderita diabetes melitus tidaklah rumit. Bahkan bisa dikatakan menu makanan yang disarankan untuk penderita diabetes melitus adalah menu makanan yang paling sederhana. Dilihat dari manfaatnya, obat herbal untuk diabetes kering dan menu makanan orang diabetes memang terbukti dapat membantu mengontrol penyakit DM. Karena setiap makanan yang disarankan tidak menyebabkan peningkatan maupun penurunan kadar gula darah. Meskipun memang disarankan untuk penderita diabetes melitus, menu makanan tersebut juga bisa digunakan oleh anda yang tidak menderita penyakit DM. Karena selain dapat mengontrol penyakit DM, menu makanan tersebut juga dapat menjaga kesehatan tubuh anda. Apakah anda tertarik untuk mencoba memulai mengganti pola makan anda menggunakan menu makanan orang diabetes? Cek seperti apa menu makanan yang disarankan untuk penderita DM tersebut di sini jika anda ingin mencoba menggunakannya. Menu Makanan Orang Diabetes di Pagi, Siang, dan Juga Malam Hari Jika anda adalah penderita diabetes melitus, maka sebaiknya mulailah beralih menggunakan menu makanan orang diabetes. Karena memang pola makan sehat sangat membantu mengatasi penyakit yang anda derita. Seperti apakah menu makan yang baik digunakan oleh penderita diabetes melitus tersebut? Berikut adalah contoh menu makan yang bisa mulai anda gunakan: Menu makan pagi Banyak orang mengira bahwa tidak sarapan dapat mengurangi kadar lemak di dalam tubuh dan juga membantu menjaga kadar gula di dalam tubuh tetap stabil. Namun faktanya, hal tersebut justru dapat menyebabkan anda mengalami hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah. Oleh sebab itu, pastikan untuk makan pagi sebelum anda memulai aktivitas anda. Berikut adalah contoh menu makan pagi yang baik untuk penderita diabetes melitus: 100 gram nasi merah 1 butir telur balado 100 gram sayuran rebus ½ buah alpukat Menu makan siang Makan siang juga sangat penting. Karena tubuh anda membutuhkan energi yang jauh lebih besar untuk melakukan aktivitas di siang hari. Berikut adalah contoh menu makan yang baik untuk penderita DM dan dapat memberikan tambahan energi: 150 gram nasi merah 1 mangkuk sup sayuran 1 potong tahu bakso 50 gram ikan asam manis 1 buah jeruk Menu makan malam Banyak orang juga sering tidak makan malam. Karena menurut mereka dengan tidak makan malam berarti mengurangi lemak di dalam tubuh. Namun penderita diabetes melitus sebaiknya tidak melakukan hal tersebut. Tetaplah makan malam namun pastikan untuk mengatur menu makan malam anda dengan benar. Berikut adalah contoh menu makan malam yang benar untuk penderita DM: 100 gram nasi merah atau juga bisa diganti dengan 1 hingga 4 lembar roti tawar gandum 50 gram ayam panggang bagian dada 1 hingga 2 buah terong panggang 1 buah pir Apakah Penderita DM Juga Boleh Memakan Snack? Penderita diabetes melitus boleh saja memakan snack atau cemilan. Namun ingat snack juga harus dipilih dengan sangat teliti. Cemilan yang baik untuk penderita diabetes melitus adalah buah-buahan dan juga oatmeal yang disajikan dengan susu rendah lemak. Bila anda bisa merubah pola makan anda menggunakan menu makanan orang diabetes tersebut, maka anda akan lebih mudah mengontrol penyakit yang anda derita. selain itu, gejala-gejala penyakit DM juga pasti akan berkurang. Oleh sebab itu, sebaiknya segera ubah pola makan anda sekarang juga dengan menggunakan pola makan yang disarankan untuk penderita diabetes...

read more

Pahami Jenis Pemanis Makanan Untuk Diabet yang Baik dan Buruk Sebelum Menggunakannya

Posted by on June 29, 2015 in Makanan Dan Nutrisi | 0 comments

Makanan untuk diabet memang biasanya diproses tanpa menggunakan pemanis apapun. Namun apakah benar penderita diabetes melitus sama sekali tidak boleh menikmati makanan atau minuman yang manis? Sebenarnya penderita diabetes melitus masih boleh sekali waktu menikmati makanan atau minuman yang manis. Namun pastikan pemanis yang digunakan benar-benar aman untuk orang yang menderita penyakit diabetes. Karena jika pemanis yang digunakan tergolong sebagai pemanis yang berbahaya, maka kemungkinan besar kadar gula darah penderita diabetes melitus bisa meningkat tak terkendali. Adakah terapi diabetes yang bisa mengatasi hal ini? Lalu pemanis apa yang cocok digunakan di dalam makanan untuk diabet? Ada beberapa macam pemanis yang memang merupakan jenis pemanis yang baik digunakan oleh penderita DM. Jika anda ingin mengetahuinya, anda bisa mempelajarinya di sini.   Gula Stevia dan Gula Aren, 2 Macam Pemanis yang Aman Digunakan Dalam Makanan Untuk Diabet Bagi penderita diabetes melitus yang ingin sesekali menikmati makanan atau minuman manis, anda bisa menggunakan pemanis seperti gula stevia dan juga gula aren. Gula stevia merupakan pemanis alami yang terbuat dari tanaman stevia. Gula ini memang masih belum begitu populer di Indonesia karena tanaman stevia sendiri tidak ditemukan di Indonesia. Namun dari hasil penelitian, memang gula stevia termasuk dalam pemanis alami yang aman karena jika ditinjau dari indeks glikemik, gula stevia tergolong memiliki indeks glikemik sangat rendah. Selain gula stevia, gula aren juga bisa dijadikan pilihan pemanis yang aman untuk orang yang menderita penyakit diabetes. Gula aren bisa dijadikan alternatif pemanis jika anda kesulitan menemukan gula stevia. Indeks glikemik dari gula aren juga sama rendahnya seperti indeks glikemik dari gula stevia. Karena itu, penggunaan kedua macam gula tersebut dipastikan tidak akan menimbulkan lonjakan kadar gula darah. Lalu apakah tidak ada lagi pemanis lain yang aman digunakan dalam makanan untuk diabet selain gula stevia dan juga gula aren tersebut? Bahaya Gula Pasir, Madu, dan Juga Gula Alkohol Bagi Penderita Diabetes Melitus Bagi anda yang menderita penyakit diabetes melitus, anda harus berhati-hati ketika menggunakan beberapa macam pemanis seperti gula pasir, madu, dan juga gula alkohol. Karena pemanis tersebut bukanlah pemanis yang aman digunakan dalam makanan untuk diabet. Mengapa pemanis tersebut tidak aman? Berikut adalah penjelasannya: Gula pasir Sejak dulu, gula pasir memang sudah dinyatakan sebagai pemanis yang berbahaya bagi penderita diabetes melitus. Karena ternyata indeks glikemik dari gula pasir sangatlah tinggi. Oleh sebab itu, gula pasir berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah ketika digunakan sebagai pemanis. Madu Madu memang sebenarnya aman dan justru baik dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Karena memang glukosa yang ada di dalam madu tidaklah berbahaya. Namun sayangnya, kebanyakan madu yang dijual saat ini bukanlah madu asli. Mayoritas madu yang dijual di pasaran saat ini sudah dicampur dengan air dan juga gula pasir. Karena itulah madu tidak lagi disarankan untuk digunakan sebagai pemanis oleh penderita diabetes melitus. Gula alkohol Gula alkohol banyak digunakan oleh produsen makanan dan juga minuman. Gula alkohol memang tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Namun sayangnya, ada beberapa masalah kesehatan lain yang dipicu karena penggunaan gula alkohol ini. Penggunaan gula alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan efek laksatif. Umumnya dampak negatif yang dirasakan oleh penderita DM setelah menggunakan gula alkohol adalah sering kentut, perut terasa kembung, dan bahkan sampai mengalami...

read more

Peranan Lemak Dalam Menu Makanan Diabetes

Posted by on June 28, 2015 in Makanan Dan Nutrisi | 0 comments

Benarkah menu makanan diabetes melitus sebaiknya harus bebas dari lemak? Apakah memang lemak benar-benar tidak bermanfaat bagi tubuh? Selama ini memang kita sering salah mengerti. Selama ini kita menganggap bahwa lemak adalah kandungan yang buruk bagi tubuh. Namun tahukah anda bahwa ternyata lemak tidak selalu menjadi kandungan yang buruk. Ada beberapa jenis lemak yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Melihat kenyataan ini tentunya membuat anda menjadi bertanya-tanya apakah berarti makanan berlemak juga bisa dimasukkan sebagai menu makanan diabetes. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan terlebih dahulu. Jika memang anda belum jelas mengenai obat herbal penurun gula darah tinggi dan peranan lemak di dalam tubuh, pastikan untuk mempelajarinya terlebih dahulu di sini untuk menghindari salah pengertian. Benarkah Lemak Bermanfaat Bagi Tubuh? Perlu anda ketahui bahwa lemak sendiri terbagi menjadi 2 macam jenis yaitu lemak baik dan juga lemak buruk. Lemak baik adalah lemak yang memiliki cukup banyak manfaat bagi tubuh. Sedangkan lemak buruk adalah jenis lemak yang pada umumnya memicu berbagai macam penyakit. Lemak baik sendiri dibagi lagi menjadi 2 macam jenis yaitu trigliserida dan juga kolesterol. Masing-masing dari lemak baik tersebut memiliki manfaat yang cukup besar bagi tubuh. Apa saja manfaatnya? Berikut adalah beberapa manfaatnya: Manfaat dari trigliserida Trigliserida adalah lemak baik yang dapat memberikan rasa hangat di dalam tubuh. Trigliserida juga dapat melindungi organ-organ penting di dalam tubuh. Selain itu, trigliserida juga menjadi sumber energi tubuh. Manfaat dari kolesterol Kolesterol adalah bagian terpenting dari dinding pembuluh darah. Kolesterol juga merupakan bahan penting yang dibutuhkan tubuh ketika memproduksi hormon testosteron, estrogen, dan juga kortisol. Kolesterol juga merupakan salah satu bahan pembuat asam empedu yang ada di dalam organ hati. Namun meskipun kolesterol dikatakan sebagai lemak baik, anda juga perlu mengetahui bahwa ada jenis kolesterol yang dikatakan sebagai lemak buruk. Jenis kolesterol yang digolongkan sebagai lemak buruk tersebut adalah kolesterol LDL. Kolesterol LDL memang biasanya lebih besar jumlahnya jika dibandingkan dengan trigliserida dan kolesterol HDL atau kolesterol baik. Bila perbedaan jumlah antara kolesterol buruk dengan trigliserida dan kolesterol baik semakin besar, maka berhati-hatilah karena hal tersebut dapat memicu munculnya masalah aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah. Lalu apa makanan berlemak apa yang tidak disarankan untuk menjadi menu makanan diabetes? Yang jelas makanan yang mengandung lemak buruk atau kolesterol LDL adalah makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita DM.   Makanan yang Mengandung Kolesterol Jahat yang Tidak Boleh Masuk Dalam Menu Makanan Diabetes Melitus Untuk anda yang masih merasa bingung mengenai makanan berlemak yang boleh dan tidak boleh menjadi menu makanan diabetes, anda bisa mempelajarinya di sini. Berikut adalah beberapa macam makanan yang buruk bagi penderita diabetes melitus jika dilihat dari jenis lemak yang dikandungnya: Lemak jenuh Lemak jenuh terdapat di dalam minyak kelapa, kelapa, keju, susu, telur, whipped cream, mentega, dan juga berbagai macam jenis daging hewan. Lemak trans Lemak trans biasanya ada di cake, donat, margarin, biskuit, dan juga makanan cepat saji. Sebaiknya jauhi berbagai macam makanan tersebut, karena di dalam makanan-makanan tersebut terdapat kandungan lemak jahat yang sangat berbahaya bagi tubuh terutama bagi penderita diabetes...

read more