Cara Mengatasi Diabetes Terampuh – Efektif Tuntaskan Penyakit Gula Sampai Akarnya

Banyak sekali cara mengatasi diabetes yang dapat Anda temui di internet. Mulai dari cara alami sampai cara medis. Namun apakah cara-cara tersebut memberikan apa yang Anda inginkan? Jika tidak, berhati-hatilah menentukan pilihan selanjutnya. Untuk mencari cara mengatasi penyakit diabetes melitus yang paling tepat, Anda harus mendapatkan informasi secara lengkap, baik itu mengenai cara yang dilakukan maupun bukti nyata dari keampuhan cara tersebut. Sekarang ini sudah ada obat tradisional darah tinggi dan gula darah yang menjadi rekomendasi para ahli kesehatan dalam dan luar negeri, memiliki sertifikat dan hak paten atas keefektifan khasiatnya. Bagaimana caranya? Mari simak infonya secara lengkap dibawah ini Cara mengatasi penyakit diabetes melitus menggunakan prosedur medis Ada fakta penting yang sangat menarik untuk diketahui. Ternyata prosedur medis belum bisa mengatasi penyakit diabetes tipe 1 maupun tipe 2 secara tuntas dan menyeluruh . cara yang selama ini dilakukan para dokter hanya sebatas menurunkan kadar gula darah saja, yang tentunya sewaktu-waktu dapat naik kembali. 1. Prosedur medis yang dilakukan pada penderita diabetes tipe 1 Kerusakan pankreas pada penderita diabetes tipe 1 mengakibatkan insulin tidak dapat diproduksi. Berarti masalah utama dari diabetes tipe 1 terletak pada pankreasnya. Sedangkan para dokter belum menemukan cara yang tepat untuk mengatasi kerusakan pankreas tersebut. Dokter mengatasi diabetes tipe 1 menggunakan suntik insulin, untuk menurunkan gula darah dalam tubuh agar mendekati angka normal. Jadi sebenarnya, cara mengatasi diabetes tipe 1 yang dilakukan dengan prosedur medis hanya sebatas menjaga kadar gula tetap stabil tanpa mengatasi kerusakan pankreas sebagai masalah utama penyebab diabetes tipe 1 tersebut. 2. Prosedur medis yang dilakukan pada penderita diabetes tipe 2 Berbeda dengan diabetes melitus tipe 1, diabetes tipe 2 muncul karena tubuh seseorang mengalami ketidak seimbangan hormon. Hal ini menyebabkan insulin tidak dapat menempel pada dinding sel. Akibatnya kinerja insulin terhambat dan tidak maksimal. Ini juga dapat mengakibatkan kerusakan organ pankreas, karena pankreas bekerja keras untuk memproduksi insulin lebih banyak dari yang biasanya. Prosedur medis yang digunakan untuk mengatasi masalah diabetes tipe 2 ini berupa, pemberian obat yang dapat meningkatkan produktivitas dan sensitivitas insulin agar bekerja dengan baik. Para dokter juga akan menyarankan pola dan gaya hidup sehat agar dijalani para pasien diabetes. Jika kondisi pasien sangat parah dokter akan menyuntikkan insulin setiap hari. Tentu hal ini tidak akan mengatasi masalah diabetes tipe 2, karena cara yang dilakukan dokter sama sekali tidak mengarah pada masalah keseimbangan hormon. Seharusnya langkah yang diambil adalah membuat sistem hormon dalam tubuh pasien diabetes tipe 2 seimbang dan pankreas yang rusak juga diperbaiki. Bukan hanya sekedar menjaga kadar gula mendekati angka normal saja. Menghindari kebiasaan – kebiasaan berikut ini adalah solusi tepat mengatasi diabetes Seperti yang diketahui, terlepas dari faktor genetik semua penyebab diabetes melitus terletak pada kebiasaan buruk yang Anda lakukan selama ini. Kebiasaan buruk...

Read More

Golongan Obat Diabetes Melitus Beserta Fungsinya yang Biasa Diberikan Pada Penderita Penyakit Gula

Sejauh ini ada 2 jenis pengobatan diabetes melitus yang banyak dianjurkan dokter kepada penderita penyakit gula. 2 jenis pengobatan tersebut berupa terapi. Terapi ini terdiri dari terapi non farmakologis dan farmakologis. Terapi farmakologis lebih pada penggunaan beberapa golongan obat diabetes melitus. Sedangkan terapi non farmakologis lebih pada pengaturan pola dan gaya hidup penderita diabetes. Jelas kedua jenis terapi pengobatan tersebut memiliki tujuan yang sama yakni menuntaskan masalah diabetes melitus. Namun apa sebenarnya fungsi dari kedua jenis terapi pengobatan tersebut dan manakah yang lebih efektif? Simak infonya secara detil dibawah ini Apa yang Dimaksud Terapi Pengobatan Non-Farmakologis Dan Apa Fungsinya? Terapi non farmakologis merupakan terapi untuk penderita diabetes yang dalam pelaksanaannya tidak menggunakan obat-obatan. Terapi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada para diabetesi agar dapat menjalani hidup secara wajar dan sehat seperti orang yang normal (tidak terserang diabetes). Terapi non-farmakologis ini dilakukan dengan cara:  Mengatur pola makan yang sesuai untuk penderita diabetes  Mengatur waktu olahraga agar teratur dan terukur  Melakukan diet sehat khusus penderita yang mengalami obesitas  Menghindari minuman beralkohol dan merokok Dengan melakukan terapi non-farmakologis secara rutin dan baik, Penderita diabetes akan dapat mengontrol kadar gula darah, melawan penyakit diabetes, dan jika Anda saat ini mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, secara perlahan namun pasti Anda akan dapat mengurangi dosis obat tersebut, bahkan bisa terlepas dari obat tersebut sehingga Anda tidak lagi mengalami ketergantungan. Apa itu Terapi Pengobatan Farmakologis? Apa Fungsinya? Dan Apa Saja Golongan Obat Diabetes Melitus yang Digunakan? Terapi farmakologis merupakan terapi untuk penderita diabetes yang dalam pelaksanaannya menggunakan obat tradisional untuk diabetes kering. Terapi ini dilakukan jika pengobatan dengan jalan terapi non-farmakologis tidak dapat menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh. Terapi farmakologis menggunakan beberapa golongan obat diabetes melitus. Dan golongan obat-obatan ini bertujuan untuk menstabilkan gula darah. Penggunaannya pun harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter untuk masing-masing penderita. Golongan obat untuk diabetes melitus yang dimaksud adalah:  Sulfonylurea, bekerja untuk merangsang insulin yang ada dalam pankreas agar dapat keluar. Golongan obat ini diberikan kepada penderita diabetes tipe 2. Sulfonylurea tidak cocok untuk penderita diabetes tipe 1, karena mereka memiliki organ pankreas yang telah rusak sehingga tidak menghasilkan insulin lagi. Tetapi jika Anda penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas, sulfonylurea harus digunakan dengan hati-hati. Alasannya karena insulin sudah tinggi namun tidak dapat digunakan secara efektif atau biasa disebut resistensi insulin.  Binguanid,bekerja memberikan rangsangan kepada tubuh agar dapat peka terhadap insulin. Obat ini diberikan kepada penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas. Namun, obat ini juga memiliki efek samping berupa gangguan pencernaan jika digunakan. Hal ini dapat diantisipasi dengan cara mengonsumsi binguanid berdosis rendah setelah makan.  Acarbose, bekerja untuk mencegah melonjaknya kadar gula setelah makan, dengan cara memperlambat proses cerna dari...

Read More

Ternyata Jenis Olah Raga untuk Penderita Diabetes Ini yang Sesuai Dan Aman Dilakukan

Olah raga untuk penderita diabetes memang sangat disarankan untuk dilakukan. Namun perlu di ingat, penderita diabetes harus pintar dalam memilih jenis obat herbal penurun gula darah tinggi dan olahraga yang sesuai dengan kondisinya saat ini. Karena, jika penderita diabetes melakukan olahraga namun tidak disesuaikan dengan kondisi kesehatannya saat ini maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan bahkan dapat menyebabkan kondisi semakin memburuk. Untuk itu bagi para penderita diabetes berikut ini adalah jenis-jenis olahraga yang sesuai dan aman untuk dilakukan. Selengkapnya hanya ada di artikel ini Manfaat Olah Raga untuk Penderita Diabetes Olahraga buat penderita diabetes bermanfaat untuk mengontrol kadar gula berlebih dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat bermanfaat untuk membakar lemak menjadi kalori. Dengan catatan, olahraga tersebut dilakukan secara baik, teratur, benar dan terukur. Jika penderita diabetes melakukan olahraga secara teratur, terukur, baik dan benar sesuai kondisinya, maka akan membantu untuk:  Mencegah diabetes sejak dini (bagi yang sangat beresiko terserang diabetes)  Memperbaiki sensitivitas insulin  Menurunkan tekanan darah tinggi  Mengurangi kolesterol jahat (LDL)  Mengurangi resiko penyakit jantung  Mengurangi kebutuhan obat  Menurunkan berat badan Tetapi tidak semua penderita diabetes melitus dapat melakukan aktivitas olahraga. Salah satunya yaitu penderita diabetes tipe 2 yang tidak menggunakan insulin. Jika penderita diabetes tipe 2 tersebut melakukan aktivitas olahraga maka akan beresiko mengalami cedera minimal. Beberapa Faktor Penting yang Perlu Diperhatikan Penderita Diabetes Sebelum Melakukan Olaharaga 1. Frekuensi Merupakan banyaknya aktivitas olahraga yang perlu dilakukan perminggu. Sebenarnya olah raga untuk penderita diabetes harus dilakukan secara teratur. Namun untuk penderita diabetes yang mengalami obesitas perlu melakukan olahraga setiap hari agar pemakaian kalori dapat dimaksimalkan untuk membantu menurunkan berat badan. 2. Intensitas Merupakan lamanya waktu yang diperlukan penderita diabetes dalam melakukan olahraga. Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk melakukan latihan ringan hingga sedang agar dapat mencapai denyut nadi 50% – 75% denyut nadi maksimal. Hal ini ditujukan untuk memperbaiki sistem kardiorespirasi dan metabolisme. Adapun cara menghitung denyut nadi Anda adalah:  Usia 40 tahun Maka denyut nadi maksimal yang Anda miliki adalah 220 – 40 = 180. Berarti Anda harus berlatih dengan intensitas 50 – 75% dari 180. Ini artinya 90 – 135 denyut nadi per menit atau sekitar 22 – 34 denyut nadi per 15 detik. Pengukuran denyut nadi dilakukan sebanyak 3 kali, sebelum latihan, sesudah melakukan pemanasan, dan sesudah melakukan pendinginan. 3. Durasi Merupakan lamanya latihan dalam satu sesi. Waktu idealnya sekitar 20 menit hingga 60 menit. Namun bagi pemula cukup 10 menit saja setiap latihan. Khusus bagi pederita diabetes yang mengalami obesitas durasi latihan harus mencapai 60 menit. 4. Jenis Latihan Merupakan jenis olah raga untuk penderita diabetes yang dianjurkan. Jenis-jenis olahraga yang dianjurkan antara lain:  Jalan kaki  Aerobik  Renang  Sepeda  Senam Jenis olahraga...

Read More

Menu Makanan Sehat untuk Diabetes Melitus yang Sangat Tepat Dan Aman

Memilih makanan sehat untuk diabetes haruslah sangat selektif. Banyak dokter menyarankan untuk menjalani cara cepat menurunkan gula darah tinggi dan selalu menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat dan kadar gula darah tetap stabil. Makanan adalah hal yang sangat penting diperhatikan, karena dari makananlah sebagian sumber penyakit datang. Jika makanan yang kita makan tercemar bakteri maka bakteri akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh kita, makanan yang sehat pun jika diolah dengan cara yang tidak benar akan menjadi sumber penyakit, apalagi jika Anda sangat suka memakan junk food itu akan sangat merugikan Anda dikemudian hari. Maka dari itu sangatlah penting bagi para penderita penyakit gula memilih makanan sehat untuk diabetes melitus yang tepat dan aman. Seperti apakah makanan sehat untuk penderita diabetes yang dimaksud? Mari kita simak selengkapnya disini Bagaimana pola makan sehat untuk penderita diabetes? Makanan untuk penderita diabetes sebaiknya di berikan 3 kali sebagai makanan utama dan 3 kali sebagai kudapan dengan jarak 3 jam sekali. Mengapa demikian? Perlu diketahui bahwa penderita diabetes sangat disarankan untuk makan dengan porsi sedikit tapi sering, dari pada makan dengan porsi banyak tapi jarang. Hal ini baik dilakukan untuk menjaga kadar gula darah di dalam tubuh tetap stabil. Untuk buah-buahan penderita diabetes lebih baik mengonsumsi buah yang tingkat kemanisannya tidak terlalu tinggi, misalnya: kedondong, pisang, semangka, atau pepaya. Untuk sayurannya penderita diabetes bisa memilih sayuran dengan kalori rendah, misalnya: bayam, kangkung, daun singkong, atau rebung. Apakah boleh ngemil diantara waktu makan? Boleh saja, tetapi camilan yang dikonsumsi harus berserat rendah agar tidak membebani kinerja pankreas. Dan yang terpenting berhati hatilah dalam memilih camilan, agar kadar gula dalam tubuh tetap stabil dan mencegah terjadinya lonjakan kebutuhan insulin. Makanan sehat untuk diabetes yang baik untuk dikonsumsi Ada beberapa makanan sehat yang baik dikonsumsi penderita diabetes melitus. Apa saja makanan sehat untuk diabetes yang dimaksud? Mari kita lihat dibawah ini:  Selai kacang Memiliki manfaat yang luar biasa untuk menstabilkan kadar gula darah. Namun kandungan kalorinya juga sangat tinggi, jadi batasilah pengonsumsiannya. Lebih baik Anda memilih selai kacang tanpa gula.  Coklat hitam Memiliki kandungan flavonoid cukup tinggi yang sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagi penyakit. Diantaranya: menjadi penyeimbang kolesterol HDL dan LDL, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, dan menstabilkan tekanan darah. Pilihlah dark coklat dengan kandungan gula rendah. Ingat, tetap batasi pengonsumsiannya.  Ikan salmon Memiliki banyak kandungan protein dan kaya akan kandungan omega 3. Sangat bermanfaat untuk penderita diabetes, juga sebagai penurun resiko terserang penyakit jantung, dapat juga meningkatkan kepekaan sel terhadap insulin, mengurangi peradangan, cocok untuk anda yang sedang melakukan diet diabetes karena dapat menurunkan berat badan, bermanfaat juga untuk menjaga kepadatan gigi dan tulang karena kandungan vitamin D di dalamnya.  Ikan tuna Hampir sama dengan ikan salmon, tuna adalah sumber protein...

Read More

Cara Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Terhadap Tubuh Anda Sesuai Dengan Tipenya

Pencegahan penyakit diabetes perlu dilakukan sedini mungkin. Mengapa demikian? Sebab jika pencegahan diabetes terlambat dilakukan maka penyakit diabetes akan memperburuk kondisi kesehatan secara cepat tanpa Anda sadari. Maka dari itu pencegahan terhadap penyakit diabetes sedini mungkin sangat perlu dilakukan. Jangan lagi menunggu diabetes datang menghampiri Anda, sediakanlah payung sebelum hujan. Berikut beberapa pencegahan diabetes sesuai dengan tipenya yang dapat dilakukan: Pencegahan Penyakit Diabetes Tipe 1 Diabetes tipe 1 terjadi akibat sel pankreas penghasil insulin tidak dapat melakukan tugasnya untuk memproduksi insulin yang mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga terjadilah peningkatan kadar gula darah. Jadi untuk mencegah timbulnya penyakit diabetes tipe 1 dibutuhkan cara menurunkan gula darah dengan cepat dan aman secara ketat. Sekarang di negara-negara maju yang memiliki tingkat kasus diabetes tipe 1 sangat tinggi, sudah dilakukan cara pencegahan penyakit diabetes tipe 1 sedini mungkin. Caranya dengan melakukan pemeriksaan DNA atau biasa disebut test DNA pada anak-anak, dengan begitu akan diketahui ciri-ciri anak yang mudah terkena diabetes secara genetik. Jika memang anak tersebut terbukti mudah terkena diabetes melitus maka akan diberi vaksin pencegahan infeksi virus yang berakibat pada kerusakan pankreas, atau diberi obat nicotinamide agar sel beta pankreas terlindungi. Namun ada juga beberapa obat lain seperti steroid atau cytotoxic yang berguna untuk menghambat proses otoimun. Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Untuk proses pencegahan penyakit diabetes tipe 2 tergolong mudah, sebab faktor dan resikonya sudah diketahui terlebih dulu. Diabetes melitus tipe 2 sangat identik muncul pada orang yang mengalami obesitas. Jadi bagi Anda yang ingin mencegah kemunculan diabetes tipe 2 Anda harus menghindari kebiasaan buruk yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut yakni obesitas. Bagaimana cara mencegah kemunculan penyakit diabetes tipe 2 dan menghindari obesitas? Berikut adalah tips mencegah kemunculan diabetes tipe 2 dan menghindari obesitas, 1. Berat badan harus tetap ideal 2. Olahraga secara teratur 3. Atur pola makan dengan memilih menu yang rendah kalori 4. Body mass index (BMI) diturunkan mencapai 20-25 Jika Anda berhasil menjaga berat badan tetap ideal dengan memenuhi tips diatas, berarti Anda sudah turut melakukan pencegahan terhadap munculnya diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung. Mencegah Munculnya Diabetes Pada Ibu Hamil (Gestasional Diabetes) Seorang ibu hamil bisa terserang diabetes melitus meskipun sebelum masa kehamilan ia tidak menderita diabetes ataupun memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes. Diabetes gestasional menyerang ibu hamil yang memiliki kadar gula tinggi dan hal ini bisa berpengaruh pada janin yang di kandungnya. Ketika dilahirkan bayi tersebut akan memiliki berat badan abnormal yakni lebih besar dari ukuran normal bayi baru lahir. Untuk pencegahan penyakit diabetes gestasional ini sendiri dapat dilakukan dengan serutin mungkin memeriksakan kadar gula darah saat pergi ke dokter spesialis kandungan. Memeriksakan kadar gula darah untuk penderita diabetes gestasional sangat baik dilakukan pada usia kehamilan minggu ke-8 sampai ke-10. Namun jika seorang ibu...

Read More