Pahami Jenis Pemanis Makanan Untuk Diabet yang Baik dan Buruk Sebelum Menggunakannya

Posted by in Makanan Dan Nutrisi

Makanan untuk diabet memang biasanya diproses tanpa menggunakan pemanis apapun. Namun apakah benar penderita diabetes melitus sama sekali tidak boleh menikmati makanan atau minuman yang manis? Sebenarnya penderita diabetes melitus masih boleh sekali waktu menikmati makanan atau minuman yang manis. Namun pastikan pemanis yang digunakan benar-benar aman untuk orang yang menderita penyakit diabetes.

Makanan Untuk Penyakit Diabet

Karena jika pemanis yang digunakan tergolong sebagai pemanis yang berbahaya, maka kemungkinan besar kadar gula darah penderita diabetes melitus bisa meningkat tak terkendali. Adakah terapi diabetes yang bisa mengatasi hal ini?

Lalu pemanis apa yang cocok digunakan di dalam makanan untuk diabet? Ada beberapa macam pemanis yang memang merupakan jenis pemanis yang baik digunakan oleh penderita DM.

Jika anda ingin mengetahuinya, anda bisa mempelajarinya di sini.

 

Gula Stevia dan Gula Aren, 2 Macam Pemanis yang Aman Digunakan Dalam Makanan Untuk Diabet

Bagi penderita diabetes melitus yang ingin sesekali menikmati makanan atau minuman manis, anda bisa menggunakan pemanis seperti gula stevia dan juga gula aren. Gula stevia merupakan pemanis alami yang terbuat dari tanaman stevia. Gula ini memang masih belum begitu populer di Indonesia karena tanaman stevia sendiri tidak ditemukan di Indonesia.

Namun dari hasil penelitian, memang gula stevia termasuk dalam pemanis alami yang aman karena jika ditinjau dari indeks glikemik, gula stevia tergolong memiliki indeks glikemik sangat rendah. Selain gula stevia, gula aren juga bisa dijadikan pilihan pemanis yang aman untuk orang yang menderita penyakit diabetes. Gula aren bisa dijadikan alternatif pemanis jika anda kesulitan menemukan gula stevia.

Indeks glikemik dari gula aren juga sama rendahnya seperti indeks glikemik dari gula stevia. Karena itu, penggunaan kedua macam gula tersebut dipastikan tidak akan menimbulkan lonjakan kadar gula darah. Lalu apakah tidak ada lagi pemanis lain yang aman digunakan dalam makanan untuk diabet selain gula stevia dan juga gula aren tersebut?

Bahaya Gula Pasir, Madu, dan Juga Gula Alkohol Bagi Penderita Diabetes Melitus

Bagi anda yang menderita penyakit diabetes melitus, anda harus berhati-hati ketika menggunakan beberapa macam pemanis seperti gula pasir, madu, dan juga gula alkohol.

Makanan Untuk Diabet

Karena pemanis tersebut bukanlah pemanis yang aman digunakan dalam makanan untuk diabet. Mengapa pemanis tersebut tidak aman? Berikut adalah penjelasannya:
  • Gula pasir

Sejak dulu, gula pasir memang sudah dinyatakan sebagai pemanis yang berbahaya bagi penderita diabetes melitus. Karena ternyata indeks glikemik dari gula pasir sangatlah tinggi. Oleh sebab itu, gula pasir berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah ketika digunakan sebagai pemanis.

  • Madu

Madu memang sebenarnya aman dan justru baik dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Karena memang glukosa yang ada di dalam madu tidaklah berbahaya.

Namun sayangnya, kebanyakan madu yang dijual saat ini bukanlah madu asli. Mayoritas madu yang dijual di pasaran saat ini sudah dicampur dengan air dan juga gula pasir.

Karena itulah madu tidak lagi disarankan untuk digunakan sebagai pemanis oleh penderita diabetes melitus.

  • Gula alkohol

Gula alkohol banyak digunakan oleh produsen makanan dan juga minuman. Gula alkohol memang tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Namun sayangnya, ada beberapa masalah kesehatan lain yang dipicu karena penggunaan gula alkohol ini. Penggunaan gula alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan efek laksatif.

Umumnya dampak negatif yang dirasakan oleh penderita DM setelah menggunakan gula alkohol adalah sering kentut, perut terasa kembung, dan bahkan sampai mengalami diare.