Golongan Obat Diabetes Melitus Beserta Fungsinya yang Biasa Diberikan Pada Penderita Penyakit Gula

Posted by in Mengobati Diabetes

Sejauh ini ada 2 jenis pengobatan diabetes melitus yang banyak dianjurkan dokter kepada penderita penyakit gula. 2 jenis pengobatan tersebut berupa terapi. Terapi ini terdiri dari terapi non farmakologis dan farmakologis. Terapi farmakologis lebih pada penggunaan beberapa golongan obat diabetes melitus.

Sedangkan terapi non farmakologis lebih pada pengaturan pola dan gaya hidup penderita diabetes. Jelas kedua jenis terapi pengobatan tersebut memiliki tujuan yang sama yakni menuntaskan masalah diabetes melitus. Namun apa sebenarnya fungsi dari kedua jenis terapi pengobatan tersebut dan manakah yang lebih efektif? Simak infonya secara detil dibawah ini

Apa yang Dimaksud Terapi Pengobatan Non-Farmakologis Dan Apa Fungsinya?

obat herbal penurun gula darahTerapi non farmakologis merupakan terapi untuk penderita diabetes yang dalam pelaksanaannya tidak menggunakan obat-obatan. Terapi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada para diabetesi agar dapat menjalani hidup secara wajar dan sehat seperti orang yang normal (tidak terserang diabetes).

Terapi non-farmakologis ini dilakukan dengan cara:

 Mengatur pola makan yang sesuai untuk penderita diabetes

 Mengatur waktu olahraga agar teratur dan terukur

 Melakukan diet sehat khusus penderita yang mengalami obesitas

 Menghindari minuman beralkohol dan merokok

Dengan melakukan terapi non-farmakologis secara rutin dan baik, Penderita diabetes akan dapat mengontrol kadar gula darah, melawan penyakit diabetes, dan jika Anda saat ini mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, secara perlahan namun pasti Anda akan dapat mengurangi dosis obat tersebut, bahkan bisa terlepas dari obat tersebut sehingga Anda tidak lagi mengalami ketergantungan.

Apa itu Terapi Pengobatan Farmakologis? Apa Fungsinya? Dan Apa Saja Golongan Obat Diabetes Melitus yang Digunakan?

Terapi farmakologis merupakan terapi untuk penderita diabetes yang dalam pelaksanaannya menggunakan obat tradisional untuk diabetes kering. Terapi ini dilakukan jika pengobatan dengan jalan terapi non-farmakologis tidak dapat menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh.

Terapi farmakologis menggunakan beberapa golongan obat diabetes melitus. Dan golongan obat-obatan ini bertujuan untuk menstabilkan gula darah. Penggunaannya pun harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter untuk masing-masing penderita.

Golongan obat untuk diabetes melitus yang dimaksud adalah:

Obat gula darah alami Sulfonylurea, bekerja untuk merangsang insulin yang ada dalam pankreas agar dapat keluar. Golongan obat ini diberikan kepada penderita diabetes tipe 2. Sulfonylurea tidak cocok untuk penderita diabetes tipe 1, karena mereka memiliki organ pankreas yang telah rusak sehingga tidak menghasilkan insulin lagi.

Tetapi jika Anda penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas, sulfonylurea harus digunakan dengan hati-hati. Alasannya karena insulin sudah tinggi namun tidak dapat digunakan secara efektif atau biasa disebut resistensi insulin.

 Binguanid,bekerja memberikan rangsangan kepada tubuh agar dapat peka terhadap insulin. Obat ini diberikan kepada penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas. Namun, obat ini juga memiliki efek samping berupa gangguan pencernaan jika digunakan. Hal ini dapat diantisipasi dengan cara mengonsumsi binguanid berdosis rendah setelah makan.

 Acarbose, bekerja untuk mencegah melonjaknya kadar gula setelah makan, dengan cara memperlambat proses cerna dari karbohidrat yang akan menjadi glukosa. Acarbose tidak diberikan pada penderita gangguan pencernaan kronis, wanita hamil, dan penderita yang berusia kurang dari 18 tahun. Acarbose justru cocok untuk penderita yang memiliki kadar gula puasa lebih dari 180 mg/dl dan penderita yang suka mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi.

 Insulin, diproduksi sebanyak 20-60 unit setiap hari pada orang dewasa oleh sel beta pankreas. Pada pasien diabetes tipe 1 banyaknya insulin yang dibutuhkan setiap hari lebih dari 50 unit, inilah yang menyebabkan resistensi insulin. Penderita diabetes tipe 1 sangat membutuhkan insulin, insulin ini sendiri bisa didapat melalui suntikan.

Proses penyuntikkan dilakukan pada area berikut ini,

1. Dinding perut

2. Paha

3. Lengan bagian atas

Penderita diabetes akan sangat membutuhkan suntikan insulin jika mengalami:

1. Komplikasi gangrene

2. Penurunan berat badan secara drastis

3. Komplikasi hati dan ginjal kronis

4. Kondisi ketoasidosis atau koma

5. diabetes gestasional yang tidak dibarengi dengan pola makan terkontrol

6. gagal menggunakan obat tablet

Apakah Penggunaan Insulin Dapat Menimbulkan Efek Samping?

Cara mudah menyembuhkan diabetesSecara disadari maupun tidak insulin memiliki manfaat penting bagi penderita diabetes melitus, khususnya penderita diabetes tipe 1. Namun insulin juga dapat menimbulkan berbagai efek samping. Efek samping penggunaan insulin tersebut diantaranya:

1. Dapat menyebakan gatal – gatal atau alergi pada kulit

2. Dapat menyebabkan bagian kulit tubuh yang disuntik menjadi cekung

3. Dapat menyebabkan aterosklerosis, jika pemakaian tidak tepat

4. Dapat menyebabkan hipoglikemia, jika dosis penyuntikkan insulin berlebihan

Nah itulah tadi golongan obat diabetes melitus yang digunakan dalam terapi pengobatan farmakologis diabetes melitus. Dengan mengetahui fungsi dari masing – masing obat Anda akan tahu apa manfaatnya bagi tubuh Anda. Pasien diabetes tidak hanya harus menerima semua yang diberikan dokter, tetapi sangat diharuskan untuk tahu apa saja golongan obat diabetes beserta fungsinya. Untuk terapi non-farmakologis Anda dapat melakukannya sendiri dirumah, tentunya dengan pantauan dari dokter.

Mari Perangi Diabetes Melitus Sampai Tuntas!